Selasa, 26 Agustus 2014

JIWAKU BERKATA

    Hari ini Rabu,27 Agustus 2014,jam 11.06 wib,tanganku dengan meraba raba menekan setiap tombol hurup hurup untuk menyusun kata demi kata sebagai wujud dari pikiran dan ungkapan jiwa berkenan dengan situasi dan keadaan menyangkut Sang Ratu Adil Nusantara no.1- 2014,yaitu Putra Ibu Pertiwi No.1  Prabowo Subianto yang di abaikan dan di tolak oleh para Petinggi Negeri yang ada berkuasa,di hujat sebagian rakyat Indonesia,di khianati oleh teman teman karir baktinya.
     Aku jadi selalu teringat dengan wangsitnya Kang Jeng Prabu Siliwangi,bahwa Nusantara akan mengalami dimana Sang Budak Angon dan Budak Hideung Janggotan akan di tolak dan di hinakan padahal mereka berdua adalah Sang Penyelamat Ibu Pertiwi.
     Mereka berdua setelah mengalami hinaan dan penistaan yang berkepanjangan,penolakan yang betul betul tidak memberikan celah untuk pengabdian dan penyelamatan terhadap Ibu Pertiwi ini akhirnya menghilang dan raib dari percaturan Nusantara.
      Kang Jeng Prabu Siliwangi mengingatkan bahwa akibat penolakan dan pengkhianatan terhadap Budak Angon dan Budak Hideung Janggotan ini,Gunung Geude mengeluarkan Murkanya,serta di ikuti Tujuh Gunung lainnya sebagai bukti Kutukan Ibu Pertiwi.
      Nusantara mengalami carut marut karena bangsa ini sudah tidak lagi membutuhkan Bhineka dimana keragaman Suku,Agama,Budaya dan Bahasa menjadi sebagai sebab dan pokok ke egoisan,kesombongan dan ketakkaburan.
     Pengkhianatan dan Kebohongan sudah jadi budaya sakral,Keserakahan dan Perompakan sudah jadi mata pencaharian,Kecurangan dan Kelicikan sudah menjadi strategi Kenegaraan.
     Tunggal Ika sebagai tali Pemersatu kini telah di potong potong karena rasa diri bangsa ini telah mencapai Puncak kecerdasan dan Kepintaran.
     Bangsa ini sesungguhnya sedang mengalami keangkuhan dan lupa diri,bangsa ini tidak menyadari bahwa Ibu Pertiwi ini juga memiliki Roh dan akan murka jika bangsa yang tinggal di buminya sudah tidak lagi menghormati dan terus lupa diri.
     Kang Jeng Prabu Siliwangi menyatakan,setelah bangsa ini mengalami kesengsaraan dan penderitaan yang di akibatkan diri mereka sendiri baru menyadari sepenuh hati,kalau bangsa ini memerlukan dan membutuhkan Budak Angon dan Budak Hideung Janggotan untuk di jadikan Sang Ratu Adil Nusantara No.1.
     Lalu Bangsa ini menyatakan dan menyatukan tekad,di datangi dan di cari nya Sang Budak Angon dan Budak Hideung Janggotan di kediamannya yang mana alamat tempat tinggal mereka berdua sudah lama mereka ketahuinya.
     Namun sayang di sayang,sesal kemudian tiada berguna,Budak Angon dan Budak Hideung Janggotan telah Raib dan Hilang dari Percaturan Nusantara .
     Untuk hal ini kita sebagai bangsa yang cerdas dan pintar,mari sebelum terjadinya Carut Marut Nusantara,sebelum murka Ibu Pertiwi menjelma,kita mengadakan secara pribadi dari diri sebagai masyarakat Nusantara bertobat dan bertanya pada hati nurani.
     Mari Kita Bangkit dan Bersatu Selamatkan Nusantara bersama Sang Ratu Adil Nusantara No.1.
     Allohu Akbar !
     Allohu Akbar !
     Allohu Akbar ! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar