Kamis, 24 Juli 2014

INDONESIAKU OKH INDONESIAKU

Saat ini di Bumi Nusantara,di Negara Republik Indonesia tercinta,di Rumah Ibu Pertiwi
sedang terjadi dan masih berlangsung gejala gejala SEKARAT dari Demokrasi yang di anggap sakral
sekarat ini di mulai sejak Rabu 9 Juli 2014,dan di buka pintu perpecahan antara kiri dan kanan,di mulai per
sengketaan pikiran antara terang dan gelap,di pisahkan kebersamaan antara adil dan curang,di tiupnya trompet persengketaan antara iya  dan tidak,itu adalah Selasa 22 Juli 2014.

Wahai  para anak anak Ibu Pertiwi,mari kita renungkan dengan akal pikiran kita masing masing secara bersih
tanggalkan pikiran pikiran nafsu pribadi,nafsu golongan dan nafsu duniawiah
Apakah ada pengaruh dan manfaat nyata siapapun pemimpin Negeri ini buat diri pribadi masing masing ?
jawaban spontannya," akh  siapapun dia sama saja,kalau kita ini tidak bergerak sendiri siapa yang peduli kita!".

Tapi kita semua sebagai rakya membutuhkan seorang pemimpin Negeri yang mempunyai kemampuan yang mampu mewujudkan semua kebutuhan kebutuhan layaknya bernegara,semua rakyat harus nyaman dan tentram pada posisinya pribadi masing masing.

Dan seorang pemimpin di negeri kita ini harus dipilih melalui sistem Demokrasi yang suci katanya,yang harus keluar dari permainan permainan kotor,curang.licik dan picik.
Karena kita sebagai rakyat adalah objek dari sebuah negara,tanpa adanya rakyat pemimpin yang dipilih mau memimpin siapa ?

Wahai anak anak Ibu Pertiwi,mari kita renungkan bersama,dan kita telah di bimbing oleh para pendahulu kita sejak dahulu,bahwa yang layak dan bisa memimpin ini Negeri Nusantara  kita telah diberi tahu dengan ciri dan tanda tanda seorang anak ibu Pertiwi ini,diantaranya SATRIO PININGIT, RATU ADIL NUSANTARA,PENYELAMAT IBU PERTIWI.

Wahai anak anak Ibu Pertiwi,mari kita renungkan bersama.....
kita semua berharap akan selalu mendapat kemudahan dan kegampangan dalam hidup ini
apalagi negeri kita sesungguhnya negeri yang kaya raya dengan segala sesuatu kebutuhan hidup
tapi kenapa hanya beberapa orang yang tergabung dengan kelompok kelompok golongan saja
yang kelihatan bisa hidup sejahtera dan gampang di bumi ini,karena mereka tidak lah memikirkan rakyat Nusantara yang tidak tahu dan tidak mengenalnya,kalau Negerinya ini kaya raya.

Wahai anak anak Ibu Pertiwi,mari kita renungkan bersama.....
Pemimpin negeri kita yang mana yang selama ini sudah menjadi sang pemimpin yang sudah bisa mewujudkan kesejahtraan dan kegampangan buat rakyat Nusantara ?
Dan kita sebagai rakyat hanya di beri mimpi mimpi dengan pemberian sesaat pada waktu diadakan pencalonan,selanjutnya pasti di abaikan dan di biarkan,bila perlu di tumbalkan.........

Padahal mereka mereka yang jadi wakil wakil kita di Lembaga,dia yang duduk di kursi tahta sebagai sang pemimpin Negara adalah karena kita sebagai rakyat digiring melaksanakan Pesta Suci Demokrasi......
Kitalah rakyat yang berpesta,kita rakyat yang melaksanakan dan menikmati,bukan untuk di adu dombakan,bukan  untuk dijadikan tumbal tumbal ambisi pribadinya seseorang.......

Dan kita sebagai rakyat harus menyadari dan mengetahuinya
siapakah yang pantas dan layak seseorang yang dijadikan tempat kepercayaan semua rakyat negeri ini
apakah ia seorang yang bisa mewujudkan tujuan dan kebutuhan rakyat
atau seseorang yang lebih berat kepada orang orang luar dari ini negeri hanya kepentingan Pribadi dan golongan belaka..................

Itu ciri ciri dan karakternya bisa kita baca dari awal....
kita perlu merenungkan dengan segenap jiwa
bahwa kita di Nusantara selalu butuh dan memerlukan seorang anak Ibu Pertiwi
yang layak menerima kepercayaan seluruh rakyat Nusantara
untuk mewujudkan Kesejahtraan dan Kenyamanan
ia adalah SATRIO PININGIT INDONESIA NO.1
ia adalah SANG RATU ADIL NUSANTARA NO.1
ia adalah SANG PENYELAMAT IBU PERTIWI NO.1

Mari kita renungkan bersama
sudah kah kita memilih seseorang itu dari Putra Ibu Pertiwi yang sesuai dengan ciri dan tandanya ?
sebab jika salah memilih maka kita sebagai rakyat Nusantara akan mengalami semua akibat yang menyakitkan.................

Orang orang luar asing sedari dulu kala,sudah dan ingin memiliki ini negeri
baik secara langsung di kuasai atau melalui anak anak negeri sendiri
kita sebagai rakyatlah yang menerima akibat dan kesengsaraan

Mari kita renungkan..................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar